Tampilkan postingan dengan label Cinta ^_^. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta ^_^. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2011

Cinta Itu Indah...

Dalam suatu kisah percintaan yang menarik, sepasang suami istri berjalan di tepi sebuah danau indah. Kemudian si istri bertanya kepada suami.
Istri : Mengapa abang menyukai saya? Mengapa abang cintakan saya?
Suami : Abang tidak bisa menerangkan sebabnya, namun begitu abang memang menyayangi dan mencintai sayang !
Istri : Abang tak bisa terangkan sebabnya? Bagaimana abang bisa katakan abang sayang dan cintakan saya sedangkan abang tidak bisa menerangkannya.
Suami : Betul! Abang tak tahu sebabnya tetapi abang bisa buktikan bahwa abang memang cintakan sayang!
Istri : Tak bisa beri bukti! Tidak! Saya hendak abang terangkan kepada saya sebabnya. Kawan-kawan saya yang lain yang mempunyai suami, semuanya tahu menerangkan mengapa mereka mencintai. Dalam bentuk puisi dan syair lagi. Namun begitu abang tidak bisa terangkan sebabnya.

Si suami menarik nafas panjang dan dia berkata, “ baiklah! Abang mencintai sayang sebab sayang cantik, mempunyai suara yang merdu, penyayang dan mengingati abang selalu. Abang juga sukakan senyuman manis dan tapak sayang melangkah, disitulah cinta abang bersama sayang!.
Si istri tersenyum dan berpuas hati dengan penerangan suaminya tadi. Namun begitu selang beberapa hari si isteri mengalami kemalangan dan koma.

Si suami sangat bersedih dan menulis sepucuk surat kepada isterinya yang disayangi. Surat itu diletakkan di sebelah tempat baring isterinya yang di sayangi.

“Sayang! Jika disebabkan suara aku mencintaimu...sekarang bisakah engkau bersuara? Tidak! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintaimu. Jika disebabkan kasih sayang dan ingatan aku mencintaimu...sekarang bisakah engkau menunjukkannya? Tidak! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintaimu. Jika disebabkan senyuman aku mencintaimu...sekarang bisakah engkau tersenyum? Tidak! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintaimu. Jika disebabkan setiap langkah aku mencintaimu...sekarang bisakah engkau melangkah? Tidak ! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintaimu.

Jika Cinta Memerlukan Sebabnya, SEPERTI SEKARANG... Aku tidak mempunyai sebab mencintaimu lagi. Adakah cinta memerlukan sebab? Tidak, Aku mencintaimu dulu, kini dan selamanya.
Kadangkala perkara tercantik dan terbaik di dunia tidak bisa dilihat, dipegang. Namun begitu... ia bisa dirasai dalam HATI...

Selasa, 07 Juni 2011

Pesan Rasul Kepada Putrinya


" Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra, sesungguhnya dia berkata:
Pada suatu hari Rasulullah saw datang kepada puterinya, Fathimatuz
Zahra’. Beliau dapati Fathimah sedang menumbuk gandum di atas lumpang
(batu/kayu penggiling), sambil menangis.
Kemudian Rasul berkata kepadanya: "Apakah yang membuatmu
menangis wahai Fathimah?

Allah tiada membuat matamu menangis. "Fathimah kemudian
menjawab: "Wahai ayahanda, aku menangis karena batu penggiling ini dan
kesibukanku dalam rumah".


Kemudian Nabi duduk di sampingnya. Dan Fathimah berkata lagi:
"Wahai ayahanda, atas keutamaan engkau, mintalah kepada Ali agar dia
membelikan bujang untukku supaya dapat membantuku menumbuk gandum dan
menyelesaikan urusan rumah. "
Setelah Nabi mendengar ucapan itu, maka
Beliau bangkit dan menghampiri batu penggiling itu. Beliau ambil gandum
itu dengan tangan Beliau yang mulia, kemudian beliau letakkan ke dalam
batu penggiling, seraya mengucapkan ‘Bismillahir Rahmanir Rahim’... Maka
atas izin Allah, batu penggiling itu berputar dengan sendirinya. Beliau
turunkan gandum itu dari batu penggiling dengan tangan beliau sendiri.
Batu penggiling itu terus berputar dengan sendirinya dan membaca tasbih
dengan bahasa yang berbeda-beda sehingga selesai gandum tertumbuk
semuanya.

Kemudian Rasulullah berkata kepada lumpang itu: "Berhentilah
engkau dengan izin Allah"
, lalu lumpang itu berhenti dan berkata atas
izin Allah, Zat yang mengucapkan segala sesuatu, seraya berkata dengan
lisan yang fasih dan berbahasa Arab: "Ya Rasulullah, demi Zat yang
mengutusmu dengan kebenaran sebagai nabi dan rasul, kalau saja engkau
perintahkan aku untuk menggiling andum jagat Timur dan Barat, tentu aku
akan menggilingnya.
Dan sesungguhnya aku mendengar firman dalam Kitab
Allah : "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu daripada neraka, yang bahan bakarnya manusia dan batu-batu,
sedang penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras, mereka tiada
mendurhakai Allah tentang apa-apa yang disuruh-Nya dan mereka
memperbuat apa-apa yang diperintahkan kepadamu." (Q.S. At Tahrim : 6 ).
Maka aku khawatir wahai Rasulullah, kalau-kalau aku menjadi batu
yang dimasukkan kedalam neraka".
Kemudian Nabi berkata kepada batu itu :

"Bergembiralah engkau. Sesungguhnya engkau termasuk batu gedung
Fathimah di surga".

Maka ketika itu lumpang menjadi lega gambira dan diam.

Kemudian Nabi berkata kepada puterinya, Fathimah: "Kalau Allah
menghendaki wahai Fathimah, tentu lumpang itu akan menggilingkan gandum
untukmu. Akan tetapi Allah menghendaki agar ditulis beberapa kebaikan
untukmu, menghapuskan keburukan-keburukan serta hendak mengangkat
derajatmu


Wahai Fathimah, barangsiapa orang perempuan yang menumbukkan
(gandum) untuk suami dan anak-anaknya, pasti Allah akan menuliskan
untuknya setiap satu biji, satu kebaikan serta menghapuskan darinya
setiap satu biji satu keburukan. Dan bahkan Allah akan mengangkat
derajatnya.

Wahai Fathimah, barang siapa orang perempuan berkeringat
manakala menumbuk (gandum) untuk suamiya. Tentu Allah akan menjadikan
antara dia dan neraka tujuh khonadiq (lubang yang panjang).

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan mau meminyaki
kemudian menyisir anak-anaknya serta memandikan mereka, maka Allah akan
menuliskan pahala untuknya dari memberi makan seribu orang lapar dan
memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

Wahai Fathimah, bilamana seorang perempuan menghalangi (tidak
mau membantu) hajat tetangganya, maka Allah akan menghalanginya minum
dari telaga "Kautsar" kelak di hari Kiamat.

Wahai Fathimah, lebih utama dari itu adalah kerelaan suami
terhadap istrinya. Kalau saja suamimu tidak rela terhadap engkau, maka
aku tidak mau berdo’a untukmu. Apakah engkau belum mengerti wahai
Fathimah, sesungguhnya kerelaan suami adalah perlambang kerelaan Allah
sedang kemarahannya pertanda kemurkaan-Nya.

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan mengandung janin
dalam perutnya, maka sesungguhnya malaikat-malaikat telah memohonkan
ampun untuknya, dan Allah menuliskan untuknya setiap hari seribu
kebaikan serta menghapuskan darinya seribu keburukan.
Manakala dia menyambutnya dengan senyum, maka Allah akan
menuliskan untuknya pahala para pejuang. Dan ketika dia telah
melahirkan kandungannya, maka berarti dia ke luar dari dosanya bagaikan
di hari dia lahir dari perut ibunya.

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan berbakti kepada
suaminya dengan niat yang tulus murni, maka dia telah keluar dari
dosa-dosanya bagaikan di hari ketika dia lahir dari perut ibunya, tidak
akan keluar dari dunia dengan membawa dosa, serta dia dapati kuburnya
sebagai taman diantara taman-taman surga.Bahkan dia hendak diberi pahala
seribu orang haji dan seribu orang umrah dan seribu malaikat memohonkan
ampun untuknya sampai hari kiamat. Dan barangsiapa orang perempuan
berbakti kepada suaminya sehari semalam dengan hati lega dan penuh
ikhlas serta niat lurus, pasti Allah akan
mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan kepadanya pakaian hijau
(dari surga) kelak di hari Kiamat, serta menuliskan untuknya setiap
sehelai rambut pada badannya seribu kebaikan, dan Allah akan memberinya
(pahala) seratus haji dan umrah.

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan bermuka manis di
depan suaminya, tentu Allah akan memandanginya dengan pandangan’rahmat’.

Wahai Fathimah, bilamana seorang perempuan menyelimuti suaminya
dengan hati yang lega, maka ada Pemanggil dari langit
memanggilnya"mohonlah agar diterima amalmu. Sesungguhnya Allah telah
mengampuni dosa-dosamu yang lalu maupun yang belum lewat".
Wahai Fathimah, setiap perempuan yang mau meminyaki rambut dan
jenggot suaminya, mencukur kumis dan memotongi kukunya, maka Allah akan
meminuminya dari ‘rahiqil makhtum dan sungai surga, memudahkannya
ketika mengalami sakaratil maut, juga dia hendak mendapati kuburnya
bagaikan taman dari pertamanan surga, serta Allah menulisnya bebas dari
neraka serta lulus melewati shirat".

diambil dari note2 seseorang

So sebelum waktunya menikah,,harus benar2 disiapkan semua,, kelihatannya sih mudah,,,tapi ntar realitanya seperti apa kita harus selalu mempersiapkan diri... semnagat Mardhotillah...

Memburu CINTA ^__^


PERJALANAN hidup banyak mengajarkan arti CINTA. Hubungan cinta sesama insan kerap berakhir kebencian bila apa yg diharapkan tidak diperoleh.

Cinta anak kepada ibu bapak sedikt banyak akan terkikis karena komitmen yg harus diberi kepada istri dan anak (klo yang udah punya lo,,hehe)

Cinta suami isteri berubah saking membenci jika salah satunya curang. begitu pula abtara sahabat yg berkasih sayang. setiap kesalahan demi kesalahan dlam hubungan menjadi dendam yg memenuhi hati

Tragedi demi tragedi meyimpan kepiluan di hati lantaran kehilangan cinta, mengajar hamba yg beriman sadar cinta hanya milik Allah.

Rasulullah SAW bersabda Mafhumnya: "Sesungguhnya Allah mempunyai seratus rahmat dan Dia menurunkan satu rahmat untuk jin, manusia, binatang dan serangga. dengan satu rahmat itu semua makhluk saling menyayangi dan binatang buas mempunyai kasih sayang terhadap anaknya. Adapun rahmat yg sembilan puluh sembilan lg, Allah menyimpannya u/ diberikan pada hari kiamat sebagai wujud rasa sayang terhadap hamba-hamba-Nya ( HR bukhari Muslim )

Ingatan dan pujian kepada Allah belum cukup untuk menunjukkan kebenaran cinta.
Seperti sabda Rasulullah, Allah berfirman: "Tidak ada yang paling Aku sukai daripada amalan hamba-Ku yaitu apabila dia mengerjakan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan seseorang yg senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, maka Aku adalah pendengaran yang dengannya dia mendengar. Dan penglihatan yang dengannya dia melihat, Akiulah tangannya yang dengan dia meraih sesuatu dan Akulah kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia memohon kepada-Ku niscaya Aku mengabulkannya dan jika dia berlindung kepada-Ku, Aku pasti melindunginya ( HR Bukhari)

Sabda Rasulullah dalam hadist qudsi, Allah berfirman " sesungguhnya cintaKu adalah bagi orang yang saling mencintai karena mengharap keridhoan-Ku (HR Imam Malik )

Mardhotillah...^___^...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...